Like Us on FacebookLike Us on Facebook

Follow Us on TwitterFollow Us on Twitter

Keunggulan SDM

 

Terdapat 3 (tiga) kekuatan utama yang dimiliki STFB sebagai perguruan tinggi farmasi swasta yang terus berkembang, yaitu :

(1)  Peningkatan otonomi perguruan tinggi dan pengembangan sarana dan prasarana,

(2)  Penguatan kapasitas institusi, dan 

(3)  Peningkatan daya saing nasional.

Peningkatan otonomi  perguruan tinggi diharapkan memberikan peluang untuk adanya percepatan atau akselerasi serta ruang gerak lebih leluasa bagi dinamika pengembanganSTFB di masa kini dan masa yang akan datang. Sedangkan sarana dan prasarana yang memadai diharapkan dapat memberikan layanan yang lebih baik kepada seluruh civitas akademika serta meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih efektif dan efisien.

Penguatan kapasitas organisasi menjadi pilihan strategis karena organisasi yang kuatakan menjadi prasyarat utama untuk dapat berkontribusi pada kebebasan akademik, inovasi dan kreativitas, mendorong efisiensi, efektivitas, dan tanggung jawab  organisasi, dan menjadikan perguruan tinggi sebagai asset bukan sebagai beban.

Selanjutnya peningkatan daya saing nasional dilaksanakan untuk  mendorong program studi atau disiplin ilmu agar dapat menaikkan daya saing bangsa melalui peningkatan kualitas dan relevansi pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. 

Fokus Pengembangan Strategi

Dari 3 (tiga) strategi utama pengembangan STFB selama 5 (lima) tahun ke depan dijabarkan ke dalam fokus pengembangan strategi yang mencakup aspek-aspek sebagai berikut :

1)    Bidang Pengembangan Tatapamong, Kepemimpinan, Sistem Pengelolaan, Sistem Informasi, dan Penjaminan   

       Mutu

2)    Bidang Pengembangan Sumberdaya Manusia

3)    Bidang Pengembangan Kurikulum, Pembelajaran, dan Suasana Akademik

4)    Bidang Pengembangan Kemahasiswaan Dan Lulusan

5)    Bidang Pembiayaan, Sarana dan Prasarana

 6)    Bidang Pengembangan Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja sama Institusi.

Dalam evaluasi diri, analisis situasi dikelompokkan menjadi dua, yaitu (1) situasi internal dan (2) situasi eksternal. Dalam analisis situasi internal, dikaji kekuatan dan kelemahan, sedangkan untuk analisis situasi eksternal, dipaparkan peluang dan tantangan.  Kondisi institusional STFB diukur menggunakan sejumlah parameter, yang biasa disingkat dengan LRAISE, yaitu : Leadership (kepemimpinan), Relevance (relevansi), Academic Atmosphere (atmosfir akademik), Internal Management (manajemen internal), Sustainability (sustainabilitas), serta Efficiency and productivity (efisiensi dan produktivitas).

Implementasi rencana strategis (resnstra) sampai tahun 2012, tingkat ketercapaian rRenstraSTFB dapat digambarkan sebagai berikut :

a.     Sosialisasi peningkatan kapasitas dan kapabilitas penyusunan karya ilmiah dosen.

b.     Peningkatan relevansi pengabdian kepada masyarakat melalui pengembangan aturan baku dan standar kualitas

        produk  

        hasil kegiatan dan optimalisasi monitoring dan evaluasi setiap kegiatan.

c.     Peningkatan pengabdian masyarakat yang lebih inovatif sebagai wujud partisipasi perguruan tinggi dalam

       meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui implementasi desa binaan/Program Farmasi Pedesaan.

d.     Pemberian kesempatan bagi mahasiswa untuk mengikuti program multikultural dalam studi maupun dalam

        interaksi sosialnya.

e.     Pengembangan kerjasama untuk meningkatkan pemahaman lintas budaya. 

Berikut adalah keunggulan kompetitif yang dimiliki STFB sebagai  kondisi institusional STFB yang diukur menggunakan sejumlah parameter, yang biasa disingkat dengan LRAISE yaitu : Leadership (kepemimpinan), Relevance (relevansi), Academic Atmosphere (atmosfir akademik), Internal Management (manajemen internal), Sustainability (sustainabilitas), serta Efficiency and Productivity (efisiensi dan produktivitas).

 

1. LEADERSHIP

Komitmen pimpinan STFB terhadap berbagai bidang pengembangan sangat tinggi. Berbagai kebijakan telah dirumuskan untuk menjadi dasar bagi penyusunan program strategis 5 (lima) tahun ke depan. Program disusun dengan mengedepankan prioritas untuk mengembangkan organisasi dan manajemen yang lebih akuntabel, bersih dan transparan sebagai bagian mutlak menuju otonomi di berbagai bidang. 

2. RELEVANCE

     a.     Memiliki 3 (tiga)  Program Studi, yang mampu mengakomodasi beragamnya kebutuhan masyarakat akan   

             berbagai jenis dan jenjang pendidikan tinggi

     b.     Data 5 tahun terakhir menunjukkan jumlah lulusan lebih dari +800  orang per tahun dari berbagai program

             studi, dengan lama studi cenderung mendekati angka rata-rata 4 tahun dan terserap di dunia kerja pada

             bidang  kefarmasian.  Hal ini menunjukkan lulusan D3, S1 demikian juga apoteker STFB dapat bersaing

             memasuki pasar kerja yang cukup tinggi dan variatif.

     c.     Jumlah dosen STFB sebanyak 40 orang, termasuk di dalamnya dosen tetap, dosen dpk dan dosen luar

             biasa. Dari jumlah dosen ini, 3 (tiga) orang  sedang menempuh pendidikan magister (S-2) dan 2 (dua)

             orang akan menyelesaikan pendidikan doktor (S-3) pada bidang keahlian farmasi yang ditempuh di Sekolah

             Farmasi ITB sangat mendukung kesesuaian bidang keahlian dosen dengan kebutuhan kurikulum.

      d.    STFB terus meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk menguasai bahasa asing dan teknologi informasi

             dengan memberikan fasilitas laboratorium bahasa dan kursus tambahan pada kedua bidang tersebut.

 3. ACADEMIC ATMOSFER

a.   Semakin meningkatnya kualitas dosen baik dalam pencapaian gelar akademik maupun sebutan profesional

      yang secara langsung turut berperan dalam perbaikan kualitas proses belajar mengajar.

         b.  Upaya kerjasama dalam proses pengembangan atmosfir akademik telah ditindaklanjuti oleh program studi.

         c.  Telah terkoneksi internet dan jaringan inherent sehingga civitas akademika dapat dengan mudah

              berinteraksi melalui internet juga dengan perguruan tinggi lain melalui jaringan inherent

         d.  Perpustakaan telah masuk dalam jaringan perpustakaan Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi (FPPT)

              sehingga mahasiswa dapat mengakses perpustakaan Perguruan Tinggi lain dalam keanggotaan FPPT.

4.  INTERNAL MANAGEMENT

a.  Penyusunan rencana anggaran telah dilakukan dengan mekanisme rapat kerja sebelum pelaksanaan anggaran tahun yang akan datang

       dengan melibatkan pimpinan STFB dan program studi serta beberapa unit kerja terkait.

         b.  Pelaksanaan secara rutin rapat koordinasi bidang akademik, keuangan dan kemahasiswaan sebagai

              wahana untuk melakukan evaluasi

              secara komprehenship terhadap penyelenggaraan kegiatan bidang akademik, keuangan dan

              kemahasiswaan selama 2 tahun yang lalu.

         c.  Manajamen penyelenggaraan akademik, pengelolaan keuangan termasuk sharing dana antara pengelola

              dan program studiserta

              pembinaan kemahasiswaan telah diatur secara tertulis dan jelas dalam Peraturan Ketua STFB dalam

              panduan akademik.

 d. Rekruitmen pegawai dan dosen telah mengacu pada kebutuhan berdasarkan  rasio dosen dengan mahasiswa dan telah melalui

       pengkajian di tingkat STFB dan program studi. 

 

5. EFICIENCY AND PRODUCTIVITY

a. Penyusunan rencana anggaran telah dilakukan dengan mekanisme rapat kerja sebelum pelaksanaan

    anggaran tahun yang akan datang dengan melibatkan pimpinan STFB dan program studi serta beberapa unit

     kerja terkait.

         b. Pelaksanaan secara rutin rapat koordinasi bidang akademik, keuangan dan kemahasiswaan sebagai wahana

            untuk melakukan evaluasi secara komprehenship terhadap penyelenggaraan kegiatan bidang akademik,

            keuangan dan kemahasiswaan selama 2 tahun yang lalu.

         c.  Manajamen penyelenggaraan akademik, pengelolaan keuangan termasuk sharing dana antara pengelola

             dan program studiserta pembinaan kemahasiswaan telah diatur secara tertulis dan jelas dalam Peraturan

             Ketua STFB dalam panduan akademik.

 d.  Rekruitmen pegawai dan dosen telah mengacu pada kebutuhan berdasarkan  rasio dosen dengan mahasiswa dan telah melalui

        pengkajian di tingkat STFB dan program studi. 

6. SUSTAINIBALITY

a.     STFB memiliki unit-unit dan aset yang sangat potensial untuk dikembangkan sebagai unit penghasil

        tambahan dana bagi kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi di samping potensi masyarakat yang dapat     dielaborasi dan belum tersentuh pada saat ini.

         b.    Aturan pemerintah bahwa semua dana-dana yang berasal dari masyarakat telah melalui satu pintu, yaitu

                rekening Sekolah Tinggi, sehingga dapat dikelola secara terprogram dan terarah

         c.     Komitmen institusi terhadap akreditasi.  Dari 3 (tiga) program studi, terdapat  program studi yang

                 memiliki akreditasi B dalam waktu kurang dari 9 tahun sejak berdiri yaitu program S1 Farmasi sehingga

                 menjadi pemicu dan stimulus positif meningkatkan peringkat akreditasi, meskipun program studi lainnya

                 di STFB berakreditasi C, STFB merupakan salah satu dari dua PTS Farmasi di Bandung yang memiliki ijin

                 penyelenggaraan program pendidikan profesi apoteker dari Dirjen DIKTI dan terakreditasi BAN-PT.