Like Us on FacebookLike Us on Facebook

Follow Us on TwitterFollow Us on Twitter

Artikel Ilmiah Mahasiswa

Artikel Ilmiah Mahasiswa

Ilmu adalah pengetahuan yg didasari oleh 3 teori kebenaran:

      Koherensi (konsisten)

      Korespondensi (pernyataan sesuai kenyataan)

      Pragmatis (kegunaan di lapangan)

Sehingga seseorang dikatakan berilmu manakala ia memenuhi 3 kriteria di atas, yaitu konsisten, pernyataan-pernyataannya sesuai dengan kenyataan dan memiliki nilai manfaat. Dengan kata lain, manusia yang berilmu adalah manusia yang paling banyak manfaatnya bagi manusia yang lainnya.

Bedanya Fakta dan Opini

Fakta adalah suatu hal (keadaan,peristiwa) yang merupakan kenyataan atau benar-benar terjadi dan dapat dibuktikan. Sedangkan Opini adalah pendapat atau pikiran atau pendirian  seseorang tentang sesuatu disertai alasan  yang kuat.

 Ciri-ciri fakta adalah sebagai berikut:

  1. Dapat dibuktikan kebenarannya
  2. Bersifat obyektif
  3. Berdasarkan kenyataan

Sedangkan cirri-ciri Opini adalah :

  1. Kurang dapat dipertanggungjawabkan atau dibuktikan
  2. Bersifat subjektif
  3. Berdasarkan perkiraan, kemungkinan, dan perasaan

Maka Strategi dan Tips cara membedakan Fakta dan Opini adalahopini / pendapat biasanya terdapat kata-kata yang mengandung nilai subyektif seperti sebaiknya, mungkin, barangkali, menurut saya, dsb.

Contoh kalimat fakta Kalimat fakta :

Berbekal Rp 750.000,00 hasil menjual gelang, kalung, dan cincin miliknya, Susi mulai menjadi  pengepul ikan pada tahun 1983.

Contoh kalimat opini :

Keputusannya itu bisa dipandang tindakan nekad mengingat usianya saat itu.

Ilmu, Metode Ilmiah dan Pengetahuan

Tujuan ilmu adalah memecahkan persoalan manusia dengan meramalkan dan mengawasi fenomena alam. Metode ilmiah merupakan prosedur dalam mendapatkan pengetahuan yang disebut ilmu. Maka, ilmu merupakan pengetahuan yang didapat melalui metode ilmiah.

Penelitian ilmiah adalah proses untuk mendapatkan ilmu agar memiliki nilai kebenaran yang dilandasi hal-hal berikut :

        Cara berpikir rasional berdasarkan logika

        Berpikir empiris berdasarkan fakta

Salah satu cara untuk mendapatkan ilmu adalah melalui penelitian.

Penelitian Ilmiah

Penelitian ilmiah yaitu aktivitas penyelidikan yang sistematis, terkontrol, empiris, dan kritis, tentang fenomena alam, dengan dipandu oleh teori dan hipotesis tentang hubungan yang diduga terdapat antara fenomena itu. Penelitian merupakan langkah sistematis dalam upaya memecahkan masalah untuk mengambil keputusan. Penelitian itu terdiri dari 2 hal pokok yaitu (1) logika berpikir dan (2) data/informasi yang dikumpulkan secara empiris.

Lima Pertanyaan Dasar sebelum melakukan penelitian :

  • Apa (what) yang menjadi masalah penelitian? (jelas &spesifik)
  • Mengapa (why) itu penting dilakukan? (kotribusi?)
  • Bagaimana (how) penelitian itu akan dilakukan? (tahapan penelitian)
  • Kapan (when) penelitian itu akan dilakukan? (jadwal)
  • Sumberdaya (resources) apa yang diperlukan? (SDM, fasilitas, dana)

Tujuan Umum Penelitian ilmiah adalah :

 Tujuan eksploratif: menemukan sesuatu yang baru dalam bidang tertentu

  • Tujuan verifikatif: menguji kebenaran suatu pengetahuan yang telah ada
  • Tujuan ekspansif: mengembangkan pengetahuan yang sudah ada

Metodologi & Metode Ilmiah

Metodologi adalah strategi pencapaian tujuan, karena itu langkah awal melakukan sesuatu adalah niat atau menetapkan tujuan terlebih dahulu. Penelitian tentu ada maksud atau tujuannya, maka sebagai langkah awal adalah menetapkan tujuan penelitian terlebih dahulu. Metode ilmiah adalah langkah-langkah yang telah teruji secara ilmiah. Tahapan dalam metode ilmiah adalah sebagai berikut :

  1. Merumuskan masalah: mengajukan pertanyaan untuk dicari jawabannya
  2. Kerangka berpikir: kajian terhadap teori untuk merumuskan kerangkaa berpikir
  3. Mengajukan hipotesis: jawaban sementara terhadap pertanyaan yang diajukan
  4. Pengujian hipotesis: pengumpulan data yang relevan dengan hipotesis yang diajukan
  5. Menarik kesimpulan: menentukan jawaban definitif atas pertanyaan yang diajukan (menerima atau menolak hipotesis)

Mahasiswa dan Artikel Ilmiah

Mahasiswa adalah panggilan untuk orang yang sedang menjalani pendidikan tinggi di sebuah universitas atau perguruan tinggi. Sepanjang sejarah, mahasiswa di berbagai bagian dunia telah mengambil peran penting dalam sejarah suatu negara. Misalnya, di Indonesia pada Mei 1998, ribuan mahasiswa berhasil memaksa Presiden Soeharto untuk mundur dari jabatannya.Namun kini tak perlu lagi tradisi politik lebih mewarnai kehidupan masa kini, namun bagaimana agar mahasiswa mampu bertransformasi menjadi kaum intelektual yang lebih bernuansa kearifan dan menjunjung tinggi nurani sehingga elok dan menyejukkan hati tanpa kehilangan makna sebagai agen perubahan dan perannya sebagai control sosial di garda terdepan bangsa.

Menjadi mahasiswa tidaklah cukup hanya sekedar cerdas (smart), tetapi juga cerdas dan baik (good).

IMG-20140710-WA003

SMART (cerdas) : Memiliki kemampuan intelektual yang memadai, ahli dan terampil di bidangnya, khususnya dalam pengembangan dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi, yang terkait serta ditunjang oleh penguasaan teknologi informasi

GOOD (baik) : Memiliki watak dan kepribadian yang menurut berbagai tolok ukur, disebut baik

Intinya adalah agar kapan pun dan dimana pun berada, mahasiswa itu senantiasa dapat memperlihatkan dirinya yang otentik, sebagai insane yang cerdas secara intelektual sekaligus baik dari segi watak dan memiliki kepribadian. Inilah ciri khas seorang intelektual sejati.

Dalam upaya memfasilitasi mahasiswa dalam menjadi bagian dari kaum intelektual dan juga sebagai ilmuwan, maka perlu ada wahana yang tepat menyalurkannya, yaitu artikel ilmiah serta pubklikasi ilmiah sebagai manifestasi budaya ilmiah bagi kalanagan intelektual dan para ilmuwan.

Artikel dan publikasi semestinya menjadi pilihan mahasiswa sebagai bagian dari kaum intelektual, cendekia dan ilmuwan yang sarat makna serta penuh dedikasi bagi kemaslahatan khalayak masyarakat. Publikasi artikel ilmiah adalah bukti dari mereka yang mampu mendobrak informasi atau teori yang hanya sekedar menjadi opini, tetapi dengan artikel ilmiah, mahasiswa yang cerdas (smart) sekaligus baik (good) telah menggunakan kaidah ilmiah sebagai strategi pencapaian tujuannya yaitu menemukan sesuatu yang baru dalam bidang tertentu (eksploratif) menguji kebenaran suatu pengetahuan yang telah ada (verifikatif) dan mengembangkan pengetahuan yang sudah ada (ekspansif).

~d2n