Like Us on FacebookLike Us on Facebook

Follow Us on TwitterFollow Us on Twitter

Artikel Ilmiah Dosen

Dosen Sebagai Profesi

Profesi adalah bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian tertentu.Profesional adalah orang yang memiliki pekerjaan berdasarkan keahlian yang memenuhi persyaratan keilmuan dan kemampuan dibidang profesinya. Profesionalisme adalah perwujudan aktif dari tindakan suatu keahlian”.

Berangkat dari pengertian dasar ini, agar tidak hanya sekedar teori, maka profesi itu perlu implementasi. Implementasi yang terus memberi bukti adalah bila wadahnya sesuai dan mumpuni.

Profesionalisme dan prestasi adalah sesuatu yang sudah barang tentu hampir dipastikan menjadi impian banyak orang. Namun tidak semua orang mampu merealisasikannya apalagi secara konsisten dan konsekuen, karena hal ini membutuhkan komitmen yang muncul dari kesadaran dan tanpa paksaan, inilah yang kemudian diterjemahkan menjadi hakekat sumpah profesi. Tuhan telah memberikan kebebasan kepada setiap manusia untuk memilih dalam hidup dan kehidupan ini, memilih hak untuk sukses dan berprestasi atau sebaliknya. Tentu saja pilihan hak untuk dapat hidup sukses dan berprestasi hanya akan diperoleh oleh mereka yang bersungguh-sungguh mengupayakannya dengan berbagai cara serta konsekuensinya. Banyak cara dan kesempatan yang disediakan oleh Tuhan untuk melakukan terobosan dalam menggapai prestasi dan kesuksesan. Tuhan telah menganugrahkan kepada setiap manusia kelebihan dan berbagai potensi yang sesuai dengan keadaan dirinya masing-masing.

Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan,mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. (Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2009 tentang Dosen.). Sebagai profesi tentu saja dosen pun terikat dengan kode etik yang menjadi norma dalam menjalani profesinya. Kode etiknya tentu saja sesuai dengan kaidah-kaidah ilmiah seperti bebas plagiat, menggunakan kaidah dan metode ilmiah dan memiliki pertanggungjawaban akademik yang tinggi serta penuh dedikasi.

Dosen Pada Hakikatnya Adalah Manusia Pembelajar

Manusia pembelajar adalah setiap orang (manusia) yang bersedia menerima tanggung jawab untuk melakukan dua hal penting, yakni: pertama, berusaha mengenali hakikat dirinya, potensi dan bakat-bakat terbaiknya, dengan selalu berusaha mencari jawaban yang lebih baik tentang beberapa pertanyaan eksistensial seperti: Siapakah saya ini?; Dari mana saya datang?; Kemanakah saya akan pergi?; Apa yang menjadi tanggung jawab saya dalam hidup ini?; Kepada siapa saya percaya?; dan kedua, berusaha sekuat tenaga untuk mengaktualisasikan segenap potensinya itu, mengekspresikan dan menyatakan dirinya sepenuh-penuhnya, seutuh-utuhnya, dengan cara menjadi dirinya sendiri dan menolak untuk dibanding-bandingkan dengan sesuatu yang “bukan dirinya”. Sebagai manusia pembelajar, seorang dosen tak pernah lelah apalagi berhenti untuk terus belajar, karena proses pembelajaran terus menerus memang dicerminkan dalam setiap tindak tanduknya yang terus memperbaiki kualitasnya hari demi hari.

Dosen Sebagai Ilmuwan

Prestasi kerja seseorang dosen akan naik mulai dari banyak hal seperti gelar pendidikan, pengalaman, relasi, uang, pemberian peluang, dukungan fasilitas, warisan, keahlian, ketenaran, rekomendasi dan lain-lain. Meskipun semua altrenatif jawaban itu hampir dipastikan benar dan baik namun belum tentu bermanfaat. Ketika seseorang telah mampu memiliki hal tersebut, dan telah digunakan untuk menaikan prestasi, tentu hal ini akan menjadi benar, baik dan bermanfaat. Akan tetapi ketika saat tidak memilikinya dan tidak memulai sesuatu untuk bisa memilikinya, atau sekalipun memiliki tetapi tidak digunakan, maka jawaban itu hanya benar dan baik saja, sedangkan hal berikut yaitu “manfaat” menjadi tidak ada, arti menjadi sia-sia belaka.

Sebagai Ilmuwan, Dosen adalah mereka yang mampu menerapkan ilmunya sehingga bermanfaat di tengah masyarakat. Tri Dharma Perguruan Tinggi sebenarnya meliputi Penelitian, Pendidikan dan Pengabdian kepada masyarakat. Hal ini berarti, dosen tersebut mesti mengawalinya dengan melakukan riset sesuai dengan tanggung jawabnya, untuk kemudian diberikannya sebagai materi pendidikan kepada para mahasiswa dan selanjutnya diabdikan aspek kemanfaatan dari kemampuannya ini secara lebih luas yaitu kepada masyarakat melalui program pengabdian kepada masyarakat.

ILMU (science) adalah pengetahuan tentang struktur dan perilaku alam dan dunia fisik , berdasarkan fakta yang dapat dibuktikan.PENGETAHUAN (knowledge) adalah Informasi, pemahaman, keahlian yang diperoleh melalui pendidikan atau pengalaman.

Mari diawali dari rasa ingin tahu. Untuk dapat menyelesaikan suatu masalah, manusia kaya dengan pengetahuan . Dengan pengetahuan inilah kemudia tumbuh motivasi untuk melakukan penelitian ilmiah. Pengetahun dapat dimiliki karena adanya pengalaman Ada 3 jenis pengetahuan:

  1. logika: membedakan benar dan salah
  2. Etika: membedakan baik dan buruk
  3. Estetika: membedakan indah dan jelek

Dosen adalah pendidik dan ilmuwan,semenjak mahasiswa dididik untuk lulus menjadi Sarjana sebagai ilmuwan. Indikator sebagai ilmuwan adalah kemampuannya untuk mengembangkan ilmu pengetahuan melalui karya ilmiah.Karya ilmiah disebarluaskan/dipublikasikan dalam jurnal ilmiah. Publikasi ilmiah merupakan salah satu butir dalam deskripsi diri yang terpenting, sehingga mempunyai bobot penilaian yang tertinggi.

Karya ilmiah merupakan karya tulis yang menyajikan gagasan, deskripsi atau pemecahan masalah secara sistematis, disajikan secara objektif dan jujur, dengan menggunakan bahasa baku, serta didukung oleh fakta, teori, dan atau bukti-bukti empirik.Karya ilmiah (Scientific paper) adalah laporan tertulis dan dipublikasi yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan. Karya ilmiah adalah suatu karya dalam bidang ilmu pengetahuan (science) dan teknologi yang berbentuk ilmiah. Suatu karya dapat dikatakan ilmiah apabila proses perwujudannya lewat metode ilmiah.

Semestinya saintis (peneliti) memiliki tanggung jawab profesional untuk tidak merugikan masyarakat ilmiah maupun masyarakat luas,Karena itulah artikel ilmiah memang memiliki nilai makna dan nilai tertentu yang secara normatif dibutuhkan dan diperlukan oleh masyarakat luas sebagai stake holder pengguna maanfaat.

(d2n)