Pengabdian kepada Masyarakat dalam Penyuluhan dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penanaman dan Budi Daya Tanaman Obat Keluarga (TOGA) oleh Dosen STFB Bandung. Kerjasama P3M STFB Bandung dengan Tim PKK Kabupaten Bandung, Jawa Barat

Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) STFB Bandung bekerjasama dengan Tim PKK Kabupaten Bandung, Jawa Barat menyelenggarakan Pengabdian kepada Masyarakat (PengMas) berupa bimbingan teknis (bimtek) dan penyuluhan tanaman obat keluarga (TOGA) yang dilaksanakan pada 14-17 dan 20-23 November 2017). Kegiatan PengMas ini dilaksanakan oleh Dosen STFB Bandung di tujuh kecamatan terpilih dalam Kabutaten Bandung. Ke tujuh kecamatan tersebut adalah Kecamatan Katapang, Kecamatan Nagreg, Kecamatan Cilengkrang, Kecamatan Pameungpeuk, Kecamatan Paseh, Kecamatan Pacet, dan Kecamatan Ciwidey.

Latar belakang dipilih TOGA sebagai tema PengMAs ini adalah Indonesia merupakan negara yang memiliki keragaman hayati terbanyak di dunia, dari 40.000 tanaman obat, 30.000 diantaranya tersebar di wilayah Indonesia, dan hampir 7.000 diantaranya telah terindentifikasi dan digunakan untuk kepentingan medis. Karena itu tidak salah jika Indonesia disebut sebagai negeri tanaman obat(1). Disamping itu, pengobatan tradisional dengan menggunakan tanaman obat merupakan salah satu unsur budaya yang selama ini tumbuh, berkembang dan diakui masyarakat secara turun temurun, baik masyarakat perkotaan maupun pedesaan. Pengobatan tradisonal merupakan salah satu upaya pengobatan yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatan. Pengobatan tradisional harus dapat dipertanggungjawabkan manfaat dan keamanannya maka perlu terus dibina, ditingkatkan, dikembangkan dan diawasi dalam mewujudkan derajat kesehatan yang optimal (2).

PengMas Bimtek TOGA ditujukan kepada kader PKK kecamatan dan masyarakat sekitar. PengMas TOGA ini difokuskan pada tiga tanaman yaitu tanaman pegagan (Centella asiatica (L.) Urb.), mint (Mentha X cordifolia Opiz ex Fresen) dan sambung nyawa (Gynura procumbens (Lour.) Merr. Pemilihan tanaman tersebut berdasarkan ketersediaan dan kemudahan masyarakat dalam memelihara dan mengkonsumsinya. Metode yang digunakan untuk penyampaian materi berupa diskusi dan tanya jawab. Untuk tiap kecamatan, peserta yang hadir minimal 30 orang, selanjutnya, peserta bintek TOGA dibagi menjadi tiga kelompok dan diberikan penyuluhan oleh satu dosen. Setiap kelompok diberikan materi tentang tanaman obat keluarga (TOGA) mulai dari penjelasan jenis, khasiat, cara penggunaan tanaman obat, dan budidaya tanaman. Disamping memberi materi pembelajaran tentang TOGA, di akhir sesi juga dilakukan pemberian contoh tanaman TOGA berupa tiga jenis tanaman yang menjadi materi utama. Diharapkan dengan adanya contoh tanamannya, kader PKK ini akan jadi daya ungkit dalam menyebarkan pemahaman tentang TOGA dalam lingkungannya.

(1)https://www.scribd.com/document/352330715/Kerangka-Acuan-Bintek-Toga
(2)http://dinkes.depok.go.id/?p=2157
*redyriyady

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *